Random Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Trending Topic




Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Desember 2014

Bacaan :Roma 8 : 12-17

Bapak/Ibu-Sdr-i
Anak Allah
Anak Allah (Khotbah Lengkap), Bacaan tadi sebenarnya mengatakan bahwa semua orang yang percaya di Roma pada waktu itu disebut keluarga Allah . Allah sendiri adalah Bapa-Nya, dan semua anggota jemaat adalah anak - anak Allah ,  bukan dalam arti biologis , tetapi dalam arti kiasan .

Kata Adopsi mempunyai peran menentukan dalam sebutan anak - anak Allah tersebut. Sebutan Paulus ini mempunyai latar belakang dalam budaya romawi tentang adopsi. Dimana orang yang diangkat menjadi anak itu kehilangan semua haknya dalam keluarga yang lama, dan memperoleh hak baru dalam keluarga yang baru .Secara sah dia mendapat ayah baru.

Jadi kalau orang orang percaya diadopsi menjadi anak - anak Allah, artinya mereka kehilangan haknya dalam keluarga manusia lama dengan segala keinginan daging dan hawa nafsunya, dan mendapat keluarga baru dalam Kristus AnakNya.

Dengan demikian  secara hukum orang orang yang telah diangkat menjadi anak anak Allah akan menjadi ahli waris dari kerajaannya, sesuai dengan perjanjianNya .

   secara hukum juga , kehidupan lama dari orang orang diadopsi itu telah dihapuskan. Dengan segala hutang - hutangnya dan diberi kehidupan dan hak yang baru dari ayah yang barunya. Orang orang yang telah diangkat menjadi anak anak Allah, semua ,manusia lama dengan segala hutang - hutangnya telah dihapuskan , hutang dosanya telah ditebus oleh Kristus. Sebagai anak anak Allah , mereka menerima warisan dari Allah melalui Kristus.

Sungguh sangat menyenangkan sekali sebagai orang percaya kita telah diadopsi menjadi anakNya oleh Allah sendiri . Sudah pasti menjamin oleh Bapa sendiri yang menjamin segala kehidupan kita

Sebutan anak anak Tuhan adalah orang orang yang selalu berbuat baik tekun beribadah hidup dalam iman dan moral yang benar . Itulah yang dikehendaki oleh Bapa kepada anak anakNya.

Begitu juga orang tua selalu mengiginkan anaknya berbuat kebaikan , rajin beribadah dll.

Bpk/ibu yang dikasihi Tuhan

Dalam semua agama - agama, segala sesuatu yang baik dan benar dipandang berasal dari yang Ilahi ( Tuhan dan Allah) sedangkan sebaliknya yang berhubungan dengan tidak benar dan jahat dipandang dari kuasa kuasa kegelapan atau setan.

Sebab itu orang orang yang melakukan yang baik dan benar dipandang sebagai anak anak Tuhan .

Kita juga yang hadir disini pastinya lebih suka disebut anak Tuhan , tetapi benarkah kita hidup demikian ? Apa ada kualifikasi anak - anak Tuhan Allah Itu Mari kita cermati bersama

Perikop bacaan kita Hidup Oleh Roh. Yang menekankan kepada anak - anakNya agar mereka  hidup dalam Roh yang telah memerdekakan dan memberikan damai sejahtera kita dalam Kristus , yg tidak memikirkan/melakukan  hal hal  kedagingan yaitu maut dan pertentangan kepada Allah .
     Disampaikan pada Ay. 12-17 . Sebagai manusia lama yang telah diadopsi menjadi anak Allah dan telah ditebus dari hutang hutang dengan mengutus Anaknya yang tunggal dan yang rela mati di kayu salib oleh dosa kita .
Kitapun dituntut untuk hidup dalam jalan yang kehendaki Allah tidak takut lagi serta  bersaksi bersama Kristus bahwa kita adalah anak anak Tuhan ,
    Sebagai anak anak Allah yang melakukan kehendak Allah  berarti Roh Kudus  Berdiam didalam kita dan  hidup ini  hanya berpusat pada Kristus dan Firman

Roh Kudus adalah Pribadi Allah Tritunggal

Jelas menurut penjelasan diatas kualifikasi anak anak Allah adalah
-  Hidup dalam pembaharuanNya ,
- Hidup dalam Roh bukan hidup dalam daging dengan segala hawa nafsu kejahatan.
Dan
- Hidup dalam warisan janji keselamatan yang telah dikerjakan oleh Kristus.

Kini kita semua juga teradopsi menjadi anak anak Allah
Tetapi Hati - hati bapak/ibu,sdr-i disini  yang paling sering disalah pahami dan sering dimanfaatkan untuk kepentingan manusia. Ketika sudah merasa tahu pintar hidup dalam roh muncullah keinginan daging dengan pemahaman sendiri , maunya sendiri dll
    Banyak fenomena yang terjadi di dalam berbagai KKR besar maupun di beberapa gereja yang mengaku kepenuhan Roh sering membuat orang Kristen bertanya-tanya :
- Benarkah Roh Kudus bekerja dengan cara demikian?
- Benarkah Roh Kudus bekerja lebih hebat dan dahsyat pada zaman sekarang? - Benarkah Roh Kudus membuat orang selalu mengalami fenomena fisik seperti terjatuh, tumbang, tertawa, nangis, loncat-loncat dan berbagai hal-hal yang tergolong luar biasa seperti berjalan di surga dan berkunjung ke neraka?

Fenomena kepenuhan Roh juga sering merupakan topik yang kontroversial dan sering harus diuji oleh Alkitab. Bukankah di dunia kekristenan sering terjadi hal-hal yang spetakular dan memerlukan pengujian yang serius dari Firman.   bukankah kita harus PRIHATIN terhadap dunia kekristenan seperti itu  dan harus TEGAS untuk menghakimi setiap ajaran yang menyimpang dari Firman?
- Siapakah Roh Kudus sehingga bisa dipermainkan oleh manusia?
- Siapakah Roh Kudus sehingga manusia bisa memperalat untuk menunjukkan kuasa Allah?
     Dengan embel-embel untuk penginjilan? Penginjilan yang bagaimanakah yang akan diharapkan kalau MENEKANKAN fenomena seperti di atas?

- Roh Kudus adalah Pribadi. Roh Kudus BERDAULAT untuk bekerja dalam diri manusia baik untuk menginsafkan manusia akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Ia yang memberikan karunia menurut kehendakNya.
- Roh Kudus bukan barang mainan. Juga bukan kuasa pinjaman dari Allah. Apa yang terjadi ketika anda dipenuhi Roh Kudus?
- Apakah anda akan dibawa ke langit surga?
- Apakah anda akan mendapat penglihatan surgawi?
- Apakah anda akan mendapat wahyu tentang minyak urapan?
- Apakah anda bisa melakukan mujizat?
    Jelas dalam Alkitab, ketika Roh Kudus bekerja, maka ada satu hal yang selalu ditekankan, yaitu Firman Allah disebarluaskan. Bahkan dalam PL, ketika Roh Allah hinggap pada Bileam, maka Bileam mengucapkan FirmanNya ( Bil 24). Demikian juga ketika Roh Allah bekerja melalui Raja Daud, Imam, nabi-nabi, Firman Allah yang diberitakan, bukan fenomena fisik maupun perkataan manusia.
    Tetapi apa yang sedang terjadi dengan dunia kekristenan sekarang? Bukankah banyak yang sudah mengejar mujizat dan hal-hal yang spektakuler ketika berbicara tentang Roh Kudus? Betapa banyak yang memutar balikkan kebenaran
     Roh Kudus adalah Roh yang Kristosentris. Roh yang berpusat pada Kristus. Ini jelas diajarkan Kristus ketika berbicara mengenai Penghibur. Ia akan memuliakan Aku, kata Yesus.
- Roh Kudus akan selalu meninggikan dan mengingatkan orang terhadap pribadi Kristus.
- Roh Kudus akan bersaksi tentang Kristus.
- Roh Kudus akan mengingatkan kita akan pengajaran Firman Kristus. ( Yoh 14:26). Mengapa? Karena semua tujuan Firman adalah mengarah kepada Kristus.
HANYA Yesus yang adalah PUSAT PENYATAAN ALLAH.
- Roh Kudus BUKAN datang untuk memuaskan keinginan manusia dengan melakukan hal-hal yang luar biasa dan supranatural.
- Roh Kudus datang untuk menyatakan bahwa ada kuasa dalam kematian Kristus. Bahwa penggenapan semua tujuan penyataan Allah adalah di dalam PRIBADI KRISTUS.

Yohanes 5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,
Yohanes 5:40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.

     Janji dalam kitab Lukas pasal terakhir jelas adalah janji tentang Roh Kudus. Roh Kudus akan memimpin orang ke dalam kebenaran Kristus. Yaitu kebenaran penggenapan keselamatan di dalam diri Yesus. Bukan bahwa manusia akan mendapat masa depan yang indah, hidup sejahtera, kaya raya, tanpa masalah, mengalami suatu perasaan happy. Roh Kudus datang bersaksi tentang Kristus, melalui kesaksian kita. Karena itu, kita dipenuhi Roh, untuk bersaksi tentang kebenaran FirmanNya, bukan untuk mendemonstrasikan hal-hal yang aneh, juga bukan untuk kepentingan kita. Ketika anda datang ke kebaktian mencari roti mujizat, anda akan berakhir pada kondisi murid-murid yang meninggalkan Kristus. Kristus selalu menghadapkan firman yang keras kepada orang Yahudi dan murid-muridNya, bukan suatu pengharapan kosong yang memuaskan dahaga jiwa. Juga bukan suatu pernyataan klise yang membuat kita menjadi nyaman. Tetapi kita akan dihadapkan pada dosa, kebenaran dan penghakiman. Itulah pekerjaan Roh dalam dunia. Roh yang Kristosentris, bukan antroposentris.
     Roh Kudus adalah jaminan bagi kita, bukan supaya kita bisa memakai kuasa Roh untuk melakukan hal-hal yang spektakuler, tetapi sebagi suatu jaminan penebusan, bahwa milikNya tidak akan terhilang. Apa tujuan semuanya itu? Kembali lagi, untuk memuji kemuliaanNya.
     Efesus 1:14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Realitas yang terjadi dalam dunia dengan segala perkembangannya yang hebat dan spektakuler, kecenderungan hidup sebagai anak anak iblis, semakin menjadi jadi . Ironis memang bahwa kita orang orang  yang menclaim diri sebagai orang orang religius justeru banyak yang hidup dalam daging dengan segala keinginan duniawi. Banyak contoh contoh kehidupan sodom dan gemora, kebobrokan moral yang sudah melampaui batas kemanusiaan .

Disinilah gereja terpanggil memberi peringatan bahwa kita semua adalah anak anak Allah , Bahwa kita adalah keluarga Allah suatu sebutan yang indah dan .mulia,  kalau kita anak anak Allah , maka kita harus hidup menurut kehendak Allah , yang adalah Bapa. Bukan kita yang malah mengambil alih Kuasa Allah.

Bapak Ibu/sdr-i

Kita patut bersyukur bahwa didalam Kristus AnakNya , kita semua ini telah teradopsi menjadi anak - anak Allah. Sebagai wujud rasa syukur kita terpanggil untuk hidup menurut Roh , bukan menurut daging .Kita sering berdoa (dengan ajaran Yesus) bapa kami disurga? Tetapi apakah kita sudah menurut kehendak Bapa. Jangan - jangan kita hidup menurut kehendak kuasa kuasa lain atau menurut bisikan hati kita sendiri yang egoistis.

Marilah kita memohon kekuatan dari Roh Kudus , supaya kita dimampukan hidup dalam kasih, hidup dalam kemuliaan Allah . Sebagai anak anak Allah yang manis yang selalu mengikuti perintahnya dan Hidup didalam Roh.

Amin.

Rabu, 10 Desember 2014



Bahan Bacaan  Yehezkiel 18 : 21 -24
Setelah melewati tahun yang berat seorang wanita pulang ke rumah orang tuanya di cincinnati untuk merayakan malam natal. Perjalanan  15 mil ditempuh pada malam yang mulai larut dan bersalju. Ia membawa bayinya yang ditidurkan di bangku belakang mobil dan dengan bensin yang menipis. Sudah lama ia tidak pernah berdoa karena hidupnya yang berat membuatnya sibuk. Sepanjang perjalanan ia memikirkan hidupnya dan tidak menyadari mobilnya mulai melaju cepat. Sebelum sempat menyadari tiba-tiba ban mobilnya selip di jalanan yang licin karena salju yang telah jadi es sehingga tidak terlihat. Pada saat itu dia sudah membayangkan nasibnya dan bayinya dan ia mulai mengangkat tangannya dari stir mobil dan mulai berteriak :
Jesus, take the wheel take it from my hands Cause I can’t do this on my own I’m letting go So give me one more chance To save me from this road I’m on  Jesus, take the wheel
Yesus ambil alih kemudi ini dari tanganku. Saya tidak dapat melakukannya dengan kemampuan saya. Saya membiarkan semuanya pergi jadi berikan saya kesempatan satu kali lagi. Selamatkan saya dari jalan ini. Yesus ambil alih kemudi ini.
Dan mobil itu berhenti tepat di bahu jalan di malam yang dingin. Dia mengecek ke bangku belakang dan melihat bayinya tidur dengan lelap. Saat itulah untuk pertama kalinya dia menundukkan kepalanya dan berdoa mohon ampun pada Tuhan untuk semua hidup yang pernah dijalaninya. Ia menydari dirinya yang telah amat sangat jauh dari Tuhan tapi malam itu ketika ia memohon Yesus mengambil alih kemudi mobil dan kemudi hidupnya ia diselamatkan bukan saja dari jalanan yang berbahaya tetapi dari hidupnya pun diselamatkan.
Pemahaman seperti ini yang tidak bisa diterima oleh Israel sehingga mereka protes ketika TUHAN Allah menyampaikan bahwa ukuran seorang diselamatkan adalah pertobatan dan kesediaan untuk bertahan setia sampai akhir. Artinya sekalipun sebelumnya ia adalah orang benar tapi kemudian berbalik menjadi orang fasik maka kebenarannya dulu tidak akan diingat lagi. Demikian juga sekalipun seorang dulunya adalah orang fasik tetapi jika dia bersedia untuk bertobat maka semua yang dulu pernah dilakukannya tidak akan diingat lagi.
Tetapi inilah keadilan Tuhan yang membuat setiap orang yang ingin selamat tidak punya pilihan untuk meninggalkan-Nya selain bertahan untuk tetap taat dan setia sampai akhir. Dan tidak ada yang bisa merancang untuk menjadi orang fasik lalu pada usia sekian berhenti dan menjadi orang benar karena akhir hidup manusia tidak ada yang tahu.
Apa yang dialami oleh wanita dalam kisah lagu Jesus takes the wheel yang dinyanyikan oleh American Idol 2005 Carrie Underwood membuat kita belajar bahwa Tuhan memakai banyak cara untuk membuat setiap orang menyadari kesalahan dan kembali kepada-Nya.
Seringkali kita berpikir bahwa kesulitan, kesusahan, pergumulan, penderitaan, kekurangan dan kelelahan yang kita alami dalam hidup ini karena Tuhan mau menghukum kita, karena Tuhan menolak kita, karena Tuhan membenci kita dan karena Ia dendam pada kita. tapi mari lihatlah dari sudut yang lain dari setiap peristiwa itu:
Anak yang terhilang kembali pada Bapanya bukan saat uangnya masih banyak, tapi justru saat ia ada pada titik terendah kehidupannya.
Saulus menjadi pengikut Tuhan justru pada saat ia menjadi buta.
Simson menyadari kekuatannya berasal dari Tuhan justru saat dia kehilangan kekuatannya.
Daud menyadari bahwa kuasanya bukan yang paling tinggi ketika ia berbuat kesalahan dengan istri Uria.
Seandainya tidak pernah mengalami tepung dan minyak yang hampir habis, janda dari Sarfat tidak akan pernah melihat pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya.
Tuhan bekerja dengan cara-Nya yang ajaib dan rancangannya bagi setiap orang begitu luar biasa. Ia merancang jalan hidup yang berbeda, persoalan yang berbeda, pergumulan yang berbeda, kesulitan yang berbeda tetapi semuanya untuk tujuan yang sama yaitu Ia ingin menyelamatkan kita. Ia ingin menjadikan kita taat pada-Nya. Ia menunggu pertobatan kita. Ia mengharapkan kesetiaan kita. Ia memotivasi kita untuk terus bertahan sampai akhir. Ia ingin membuat kita menyerahkan kemudi hidup kita pada-Nya. Karena itu dalam doa setiap hari mari kita belajar untuk berkata: Jesus take the wheel.

Sumber : 

Sabtu, 01 Juni 2013

Pembacaan 1 Yoh 14 : 17 - 21

Kata kunci pada bacaan ini adalah Kasih , Pada Hukum Taurat  adalah mengasihi Tuhan Allah dan Sesama manusia

Sabtu, 18 Mei 2013

Pembacaan  : 1 Tes 5 : 6 - 11

Pemberitaan Injil Oleh Rasul Paulus di Tesalonika hanya sedikit keberhasilannya orang yang bertobat , itu dikarenakan bukan karena Rasul Paulus tidak bersungguh - sungguh atau mereka tidak menerima ajaran Injil Rasul Paulus tetapi karena iri dengki orang Yahudi sehingga meraka membuat keonaran  keributan sehingga pemerintah memaksa Rasul Paulus keluar dari Tesalonika. Dari Ttesalonika R. Paulus ke Berea kota yang jaraknya kira - 2 55 km di berea R. Paulus kembali memberitakan Firman Tuhan

Jumat, 15 Maret 2013

Firman Allah bagaikan pedang bermata dua

Kamis, 08 November 2012



Bacaan Alkitab: Kolose 2: 16 – 23; 3: 1 – 4
“Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang diatas, dimana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah” (Kolose 3 : 1)

Melalui pembacaan ini Rasul Paulus mengingatkan jemaat Kolose tentang arti hidup di dalam Kristus. Hal ini dikarenakan jemaat Kolose masih hidup dualisme, artinya satu sisi mereka percaya kepada Yesus sebagai Mesias yang menggenapi seluruh hukum Taurat, tetapi di sisi lain mereka juga masih terikat dengan tradisi-tradisi keagamaan mereka yang lama.
Paulus menegaskan bahwa semua tradisi yang mereka lakukan dahulu hanyalah bayangan Kristus, artinya di dalam Kristus semua tradisi telah disempurnakan oleh Kristus, itu berarti nilai Kristus lebih tinggi dari semua tradisi.
Bagaimana dengan keadaan kita hari ini ? Apakah kita sudah secara mutlak menjadikan Kristus adalah segalanya dalam hidup kita. Atau jangan-jangan kita masih seperti jemaat Kolose. Kita masih tawar menawar, misalnya dalam memilih hari baik, atau angka-angka yang dikeramatkan, atau mencari kekayaan—kesembuhan kepada orang-orang pintar.  Sebagai orang Kristen yang sudah sepenuhnya dalam Kristus tentu tidak melakukan hal itu kagi. Sebab semua ada dibawah kendali Kritus. Paulus mengingatkan bahwa semua yang kita cari atau kita lakukan sekalipun kelihatannya sangat baik tetapi kalau itu diluar Kristus adalah kita hidup untuk mencari kemuliaan dan memuaskan hidup duniawi.
Di luar Kristus kita akan disibukkan untuk mencari perkara-perkara dunia untuk memuaskan manusia duniawi kita, sebaliknya di dalam Kristus kita akan disibukkan mencari perkara-perkara di atas untuk memuaskan manusia rohani kita.
Manusia duniawi akan binasa dengan segala keinginannya sebaliknya manusia rohani akan mengalami kemuliaan dan keabadian di dalam Kristus.




Bacaan Alkitab: Pengkhotbah 6 : 1 – 12
“Orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit” (Pengkhotbah 6 : 2)
http://gsja.org/wp-content/uploads/2012/02/Money-Lover.jpg
Mengapa Allah sepertinya kejam kepada beberapa orang dengan menahan kebahagiaan itu, yaitu dimana mereka tidak diberi-Nya karunia untuk menikmati kekayaan yang adalah karunia-Nya juga (ay 2)?  Sebenarnya hal itu menjadi pelajaran untuk kita supaya dengan demikian kita tidak akan bergantung pada uang atau kekayaan, kekuasaan dan kemuliaan itu.  Semua itu hanyalah penopang sementara dan bukan merupakan jaminan hidup yang sesungguhnya.  Jika kita tidak hati-hati, uang, kekuasaan dan ketenaran bisa membuat kita terpisah dari Allah dan juga akan membuat kita berpikir untuk tidak membutuhkan Allah, padahal semua yang kita miliki adalah pemberian Allah.
Kenikmatan, kesenangan dan kebahagiaan hidup itulah yang kita cari dalam kehidupan ini. Tetapi jika kita mencarinya melalui uang, kemewahan, ataupun hawa nafsu duniawi, maka bukan kenikmatan dan kebahagiaan yang kita dapatkan tetapi ketidakpuasan dan keputusasaan.  Ayat 9 berkata “Lebih baik melihat saja dari pada menuruti nafsu”.  Dengan kata lain, terima apa yang sudah diberikan Allah pada kita dan hargai. Kesenangan tidak berkaitan dengan posisi ekonomi dan sosial kita.
Hanya Allah yang patut kita puja dan hanya kepada-Nya kita harus taat dan menaklukkan diri kita, bukan kepada uang dan kekayaan. Yang terjadi adalah betapa banyaknya waktu yang kita pergunakan untuk mencari uang, menginvestasikannya ataupun membelanjakannya. Uang terlampau menguasai sebagian besar pemikiran-pemikiran kita.  Uang memang mudah mengambil alih. Tetapi adalah bodoh bila kita membiarkannya demikian.  Uang harus diturunkan dari tahta hati kita supaya Yesus dinaikkan diatas tahta hati kita.
Bacaan Alkitab : Yoel 2 : 12 - 14



Perumpamaan tentang Penabur